Laporan Praktikum Kimia Organik 1 Percobaan Analisa Kualitatif Unsur-Unsur Zat Organik dan Penentuan Kelas Kelarutan.

LAPORAN PRAKTIKUM  KIMIA ORGANIK I
(Analisa Kualitatif Unsur-Unsur Zat Organik dan Penentuan Kelas Kelarutan)

DISUSUN OLEH:
MARTA FEBRYZA MANALU RAMBE
A1C118037

DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020
VII. Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah :
1.      Mahasiswa dapat memahami prinsip dasar dalam analisa kualitatif dalam kimia organic.
2.      Mahasiswa dapat memahami tahapan kerja analisa yang dimulai dengan unsur karbon, hydrogen, belerang, nitrogen, halogen dalam suatu senyawa organic dan penentuan kelas kelarutannya.
3.      Mahasiswa dapat mencoba beberapa senyawa unknown untuk dianalisa.
VIII. Manfaat
Adapun manfaat dari praktikum ini adalah :
1.      Mahasiswa memahami prinsip dasar dalam analisa kualitatif dalam kimia organic.
2.      Mahasiswa memahami tahapan kerja analisa yang dimulai dengan unsur karbon, hydrogen, belerang, nitrogen, halogen dalam suatu senyawa organic dan penentuan kelas kelarutannya.
3.      Mahasiswa mencoba beberapa senyawa unknown untuk dianalisa.
IX. Prosedur Kerja
Adapun prosedurnya dapat dilihat pada link dibawah ini
X. Data Pengamatan
10. 1 Analisis unsur
10.1.1 Karbon dan hydrogen
Perlakuan
Hasil
Serbuk CuO kering dipanaskan
Tidak terlihat perubahan apapun
Dicampurkan dengan gula
CuO meleleh dan bercampur dengan gula
Campuran dipindahkan ke dalam tabung reaksi pyrex yang dilengkapi sumbat dan pipa pengalir gas sehingga gas yang mengalir masuk ke dalam tabung berisi 10 ml larutan Ca(OH)2
Menghasilkan uap dan gas

10.1.2 Halogen
a. Tes Bellstein
Perlakuan
Hasil
Kawat tembaga dipanaskan
Kawat mengeluarkan warna kemerahan
Didinginkan kawat dan ditetesi dua tetes CCl4. Lalu dipanaskan kembali
Kawat mengeluarkan warna oranye

b. Tes CaO
Perlakuan
Hasil
Panaskan kulit telur sampai suhu tinggi
Tidak ada perubahan
Saat masih panas tambahkan dua tetes CCl4
Kulit telur menjadi hitam dan bau gosong
Didinginkan, lalu dididihkan dengan 5-10 ml air suling. Dituangkan ke dalam gelas kimia ukuran 100 ml dan dicampur dengan larutan HNO3 encer
Larutan berwarna jernih. Timbul gelembung di sekitar kulit telur.

10.1.3 Metode leburan dengan natrium
a. Belerang
Perlakuan
Hasil
3 ml larutan L(putih telur) dengan HCl pekat diasamkan, didihkan. Ditutup dengan kertas saring basah yang ditetesi Pb-asetat 10 %
Gelembung gas banyak muncul.
Larutan mengeluarkan bau tidak enak.
Terdapat gumpalanputih dari putih telur
Ditambahkan 1- 2 tetes larutan Na-nitroprosida
Terdapat endapan putih kecoklatan yang menunjukan adanya unsur S

b. Nitrogen
Perlakuan
Hasil
Larutan L sebanyak 3 ml + 5 tetes larutan FeSO4. Tambahkan 5 tetes FeCl3. Tambahkan 5 tetes KF 10 %. Tambahkan 1-2 ml NaOH 10 % kemudian didihkan
Larutan berwarna hitam, kemudian menjadi kuning bening dan terdapat endapan biru berlin

c. Halogen
Perlakuan
Hasil
Diasamkan larutan L (putih telur )dengan HNO3 encer. Dididihkan 5-10 menit guna menghilangkan HCN dan H2S yang terbentuk. Tambahkan 5 ml larutan AgNO3 encer dan dididihkan kembali
Terdapat banyak endapan coklat kehitaman

10.2 Penentuan kelas kelarutan
10.2.1 Kelarutan dalam air
Perlakuan
Hasil
0,1 gram gula dan 3 ml air suling dimasukkan ke dalam tabung reaksi, dikocok kuat
Larutan jernih (+)
0,1 gram minyak dan 3 ml air suling dikocok kuat
Larutan keruh (-)
0,1 gram garam dan 3 ml air suling dikocok kuat
Larutan jernih (+)
0,1 gram tepung dan 3 ml air suling dikocok kuat
Larutan keruh (-)

10.2.2 Kelarutan dalam eter
Perlakuan
Hasil
0,1 gram gula dicampur 3 ml eter dikocok kuat
Larutan jernih (+)
0,1 gram minyak dicampur 3 ml eter dikocok kuat
Larutan jernih (+)
0,1 gram garam dicampur 3 ml eter dikocok kuat
Larutan jernih (+)
0,1 gram tepung dicampur 3 ml eter dikocok kuat
Larutan keruh (-)

10.2.3 Kelarutan dalam NaOH 5%
Perlakuan
Hasil
0,1 gram gula dicampur dengan 3 ml NaOH 5% dikocok kuat
Larutan jernih (+)
0,1 gram minyak dicampur dengan 3 ml NaOH 5% dikocok kuat
Larutan keruh (-)
0,1 gram garam dicampur dengan 3 ml NaOH 5 % dikocok kuat
Larutan jernih (-)
0,1 gram tepung dicampur dengan 3 ml NaOH 5 % dikocok kuat
Larutan keruh (-)

10.2.4 Kelarutan dalam HCl
Perlakuan
Hasil
0,1 gram gula dicampur dengan 5 ml HCl 5% dikocok kuat
Larutan jernih (+)
0,1 gram minyak dicampur dengan 5 ml HCl 5% dikocok kuat
Larutan jernih (+)
0,1 gram garam dicampur dengan 5 ml HCl 5% dikocok kuat
Larutan jernih (+)
0,1 gram tepung dicampur dengan 5 ml HCl 5% dikocok kuat
Larutan jernih (+)

10.2.5 Kelarutan dalam NaHCO3 5%
Perlakuan
Hasil
0,1 gram gula dicampur 3ml NaHCO3 5 % dikocok kuat
Timbul gas CO2 (+)
0,1 gram minyak dicampur 3 ml NaHCO3 5% dikocok kuat
Tidak timbul gas CO2 (-)
0,1 gram garam dicampur 3 ml NaHCO3 5% dikocok kuat
Tidak timbul gas CO2 (-)
0,1 gram tepung dicampur 3 ml NaHCO3 5% dikocok kuat
Tidak timbul gas CO2 (-)

10.2.6 Kelarutan dalam H2SO4 pekat
Perlakuan
Hasil
0,1 gram gula dicampur 5 ml H2SO4 dikocok kuat
Larutan jernih (+)
0,1 gram minyak dicampur 5 ml H2SO4 dikocok kuat
Larutan jernih (+)
0,1 gram garam dicampur 5 ml H2SO4 dikocok kuat
Larutan jernih berwarna oranye (+)
0,1 gram tepung dicampur 5 ml H2SO4 dikocok kuat
Larutan jernih berwarna oranye (+)

10.2.7 Kelarutan dalam H3PO4 pekat
Perlakuan
Hasil
0,1 gram gula dicampur 3 ml H3P04 pekat dikocok kuat
Larutan jernih (+)
0,1 gram minyak dicampur 3 ml H3P04 pekat dikocok kuat
Larutan jernih (+)
0,1 gram garam dicampur 3 ml H3P04 pekat dikocok kuat
Larutan jernih (+)
0,1 gram tepung dicampur 3 ml H3P04 pekat dikocok kuat
Larutan jernih dan timbul endapan (+)

XI. Pembahasan
Zat-zat organik dan unsur-unsur penyusunnya sangat dibutuhkan dalam proses kelangsungan makhluk hidup. Zat-zat organik berperan penting dalam menentukan kereaktiifan unsur-unsur penyusunnya dalam proses kelangsungan makhluk hidup. Dalam menentukan suatu senyawa dan kereaktifan larutan dapat diidentifikasi kandungan nya melalui unsur unsur penyusunannya dan senyawa dalam unsur unsurnya. Untuk mengetahui unsur unsur penyusunnya dapat diketahui dengan cara memprediksi dan mengestimasi kandungan senyawa dengan rumus empiris dan rumus Molekule dan sifat kelarutan organik. Kecenderungan untuk bereaksi pada senyawa dapat ditentukan dengan tingkat perbedaan kelarutan. Dengan adanya merancang eksperimen membuat kita bertambah pengetahuan dan memahami unsur unsur organiknya (http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/02/22/analisis-kualitatif-senyawa-organik/ ).
Menurut Tim Kimia Organik 1 (2020) Ruang gerak suatu analis akan diperkecil tergantung dengan sifat kelarutan masing- masing senyawa organic yang berbeda- beda. Sistematik klasifikasi kelarutan menurut Kamm adalah sebagai berikut:

Senyawa organik mengandung unsur oksigen(o). Perekasi feros (kompleks Fe3+  (Fe(CNS)63-) berfungsi untuk mengetahui adanya oksigen dengan cara menetesi senyawa sampel pada kertas. Senyawa yang mengandung unsur oksigen ditandai dengan berubahnya warna pada kertas menjadi merah. Belerang dan nitrogen dapat ditentukan dengan cara padatan logam dituangkan pada sampel senyawa dan dipanaskan (Kusumo, 2014).
Menurut Noviarty dan Yusuf (2000) cara untuk mengetahui senyawa organic ada 2, yaitu :
1.      Pembentukan kompleks dapat diukur langsung dengan bantuan senyawa.
2.      Pembentukan kompleks dapat dilakukan dengan unsur unsur dan ion ion logam
Suatu zat yg dapat dihasilkan beberapa unsur dan dibentuk dalam  reaksi kimia disebut senyawa. Senyawa organik terdiri dari beberapa unsur yaitu atom karbon,  hidrogen, oksigen, nitrogen, sulfur, halogen atau fosfor. Dalam ilmu biokimia senyawa organik merupakan hal terpenting dalam ilmu biokimia. Golongan golongan yang terdapat dalam senyawa organik yaitu senyawa alifatik,  senyawa heterosiklik, hidrokarbon aromatik dan polimer(Riswiyanto,2009).
Analisis Unsur
11.1 Karbon dan hydrogen
Pada percobaan ini 1 gram CuO kering dipanaskan lalu ditambahkan gula pada saat ini CuO bercampur dengan gula yang meleleh. Lalu dialirkan dengan pipa ke dalam tabung reaksi yang berisi 10 ml larutan Ca(OH)2 dan kemudian timbul uap dan gas. Sehingga dapat diketahui bahwa dalam senyawa tersebut terdapat unsur C.
11. 2 Halogen
a. Tes Bellstein
Pada percobaan ini praktikan memanaskan kawat tembaga sampai kemerahan. Kemudian didinginkan dan ditetesi CCl4. Setelah itu dipijarkan atau dipanaskan kembali. Pada percobaan ini nyala kawat berwarna oranye.
b. Tes CaO
Pada percobaan ini praktikan memanaskan CaO di dalam tabung besar yang kemudian ditetesi CCl4. Kemudian dididihkan dengan menggunakan air suling dan HNO3 encer. Pada percobaan ini larutan tersebut mengeluarkan bau dan timbul gelembung pada kulit telur, juga larutan menjadi jernih.
11.3 Metode leburan dengan natrium
a. Belerang
Pada percobaan ini digunakan larutan L atau putih telur yang kemudian diasamkan dengan 3 ml asam asetat. Kemudian dididihkan dan ditutup dengan kertas saring yang sudah dibasahi dengan Pb- asetat 10% dan ditambahkan dengan Na-nitroprosida. Dimana pada percobaan ini dihasilkan gas yang berbau tidak enak dan gumpalan putih.
b. Nitrogen
Pada percobaan ini 3 ml larutan L ditambahkan dengan 3 tetes larutan FeSO4. Setelahnya ditambahkan 1 tetes FeCl2. Lalu ditambahkan lagi 5 tetes KF 10%. Dilanjutkan dengan penambahan 1-2 ml NaOH 10% kemudian dididihkan. Lalu diasamkan sengan asam sulfat encer. Yang menghasilkan larutan berwarna hitam kemudian berubah menjadi warna kuning yang terdapat endapan biru berlin.
c. Halogen
Pada percobaan ini larutan L diasamkan dengan HNO3 encer kemudian dididihkan larutan tersebut untuk menghilangkan HCN dan H2S. Dan  ditambahkan 5ml AgNO3 encer 5-10%. Lalu dididihkan kembali. Dan pada percobaan ini dihasilkan cukup banyak endapan coklat kehitaman. Dan endapan ini membuktikan bahwa terdapat unsur halogen dalam senyawa tersebut.
11.4 Penentuan kelas kelarutan
a. Kelarutan dalam air
Pada percobaan ini dilakukan percobaan dengan o,1 gram gula; 0,1 gram garam; 0,1 gram tepung dan minyak yang masing-masing dicampur atau ditambahkan 3 ml air suling. Dan hasil yang kami dapatkan adalah pada gula larutan jernih yang berarti larut dan bermuatan positif (+)juga pada garam. Tetapi pada tepung dan minyak larutan keruh yang berarti tidak larut dan bermuatan negative (-). Minyak merupakan cairan non polar sehingga tidak larut dalam air.
b. Kelarutan dalam eter
Pada percobaan ini dimasukkan 0,1 gram gula; 0,1 gram garam, 0,1 gram tepung dan minyak. Masing- masing tersebut dilarutkan dalam pelarut eter sebanyak 3 ml. Dan didapatkan hasil pada gula,garam dan minyak larutan berwarna jernih yang menandakan bahwa bahan tersebut larut dalam eter (+). Sedangkan pada tepung larutan berwarna keruh (-). Ini menandakan bahwa tepung tidak larut dalam pelarut eter.
c. Kelarutan dalam NaoH 5%
Dilakukan pada percobaan ini yaitu sama seperti kelarutan lainnya yaitu 0,1 gram gula,garam, tepung dan minyak dilarutkan dalam pelarut NaOH 5%. Dan didapatkan hasil bahwa pada gula dan garam berwarna jernih yang berarti larut dalam pelarut tersebut. Sedangkan untuk minyak dan tepung berwarna keruh yang berarti tidak larut dalam NaOH 5%.
d. Kelarutan dalam NaHCO3 5%
Dilakukan percobaan dengan memasukkan gula, garam dan tepung masing masing 0,1 gram dan minyak yang masing- masing dilarutkan dalam pelarut NaHCO3. Kemudian dikocok yang menghasilkan pada setiap larutan berwarna jernih. Tetapi pada minyak dan tepung larutan cenderung berwarna oranye.
e. Kelarutan dalam HCl
Percobaan ini sama seperti sebelumnya tetapi pada percobaan ini digunakan pelarut HCl sebanyak 5 ml. Pada 0,1 gram gula larutan berwarna jernih dan terasa panas. Pada 0,1 gram garam larutan jernih. Pada minyak dan juga tepung berwarna jernih. Ini menandakan bahwa semua bahan yang digunakan larut dalam pelarut HCl.
f. Kelarutan dalam H2SO4 pekat
Pada 0, 1 gram gula, garam dan tepung serta minyak. Masing- masing ditambahkan pelarut H2SO4 pekat. Dan dikocok kuat yang menghasilkan pada larutan gula juga garam larutan jernih. Sedangkan pada larutan minyak dan tepung larutan berwarna jernih cenderung oranye. Ini membuktikan bahwa pada pelarut H2SO4 semua bahan larut.
g. Kelarutan dalam H3PO4 pekat
Dimasukkan 0,1 gram gula, garam, tepung dan minyak pada tabung yang berbeda- beda. Kemudian ditambahkan pelarut H3PO4 pada masing-masing tabung. Dan dihasilkan Larutan jernih pada semua campuran. Yang membuktikan bahwa semua bahan larut dalam pelarut tersebut.
XII. Pertanyaan pasca praktikum
1.      Mengapa dalam percobaan belerang gelas kimia ditutup dengan kertas saring basah yang sudah ditetesi Pb- asetat 10%?
2.      Bagaimana jika dalam percobaan halogen dalam metode leburan HCN dan H2S tidak dihilangkan?
3.      Mengapa pada Tes Bellstein kawat harus ditetesi CCl4?
XIII. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang didapat
1.      Prinsip dasar dalam analisa kualitatif dalam kimia organic adalah dengan mengidentifikasi, mencari keberadaan komponen dalam suatu senyawa organic yang dapat berupa ion, kation, unsur. Yang dapat diketahui dari ciri- ciri suatu komponen tersebut.
2.      Tahapan kerja analisa dilakukan untuk mengetahui keberadaan suatu senyawa organic yang dimulai dengan analisa karbon, hydrogen, belerang, nitrogen, halogen dan penentuan kelas kelarutan senyawa
3.      Untuk menganalisa senyawa uknown dapat dilakukan dengan mengidentifikasinya. Pada percobaan ini larutan L adalah putih telur, ninhidrid, dan kuning telur.
XIV. Daftar Pustaka
Kusumo. 2014. Analisis Kualitatif Zat Organik dalam Buah-Buahan. Jurnal Penelitian. Volume 2, Nomor 1.
Noviarty dan Yusuf Nampira. 2000. Penggunaan Spekrofluorimeter Untuk Analisa Unsur dalam Larutan. ISSN 0852-4777
Riswiyanto. 2009. Kimia Organik. Jakarta : Erlangga.
Syamsurizal. 2019. Analisa Kualitatif Senyawa Organik. Diakses pada 26 Januari 2020. pukul 18:00
Tim Kimia Organik . 2016.  Penuntun Praktikum Kimia Organik I. Jambi : Universitas Jambi
XV. Lampiran
a.       Lampiran video
https://youtu.be/n6w2MKco_zY
b.      Lampiran gambar
Bahan- bahan yang digunakan saat praktikum
Pemanasan saat uji belerang
Add caption
Pengamatan pada tes belerang
Pemanasan kawat
Hasil penentuan kelarutan




Comments

  1. Selamat malam, saya Siti Asmiyah NIM A1C118094. Saya akan mencoba menjawab nomor 3. Pada tes beilstein dilakukan tembaga yang dibakar dan ditetesi dengan 2 tetes CCl4 itu bermaksud agar terjadi reaksi halida yang nanti hasil akhirnya adalah terbentuknya uap dari uap Cu-halida. Sekian semoga bisa membantu.

    ReplyDelete
  2. Baik, perkenalkan nama Saya Trixie Fedora Ima Gulo dengan nim A1C118077. Mencoba menjawab pertanyaan nomor 1. Guna menutup dengan kertas saring yg telah diteteskan Pb-Asetat 10% agar ketika terdapat uap panas dari larutan terperangkap dikertas saring, dan ketika diperlihatkan warna kuning atau kuning kecoklatan menandai adanya belerang dalam larutan tersebut. Terima Kasih semoga membantu :)

    ReplyDelete
  3. Baiklah, perkenalkan saya Ryan Wilianto dengan NIM A1C118019. Saya akan menjawab permasalahan yang timbul dari saudari Marta nomor 2. Nitrogen dan sulfur adalah unsur-unsur yang dapat mengganggu proses reaksi dan akan berfungsi sebagai pengotor dalam pengidentifikasi halogen, sehingga perlu adanya pembuangan pengotor dengan cara mendidihkan larutan hingga gas yang mengandung unsur S dan N dapat menguap. Semoga membantu.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog