Jurnal Praktikum Kimia Organik I Percobaan Reaksi-Reaksi Hidrokarbon
JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I
Percobaan Reaksi-Reaksi Hidrokarbon
DISUSUN OLEH
MARTA FEBRYZA MANALU RAMBE
A1C118037

DOSEN PENGAMPU
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020

Percobaan 4
I.                   Judul                     : Reaksi-Reaksi Hidrokarbon
II.                Hari, Tanggal        : Rabu, 4 Maret 2020
III.             Tujuan                   :
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah
1.      Dapat memahami perbedaan sifat-sifat kimia hidrokarbon alifatik jenuhdan tak jenuh dan aromatik 
2.      Dapat memahami jenis reaksi kimia untuk membedakan ketiga golongan senyawa hidrokarbon
3.      Dapat memahami cara dan teknik pengujian ketiga golongan senyawa hidrokarbon
IV.             Landasan Teori

Senyawa hidrokarbon dapat dimodifikasi ke dalam bentuk alkil halida melalui proses substitusi dengan cara menambahkan klor atau Brom dibawah sinar UV yang direaksikan pada suhu tinggi sekitar 450 C. Lalu senyawa hidrokarbon yang tidak jenuh mengalami cracking dengan cara penambahan asam halida. Praktikan dapat menganalisis sendiri perubahan senyawa hidrokarbon yang dapat ditambah asam halida(http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/01/21/reaksi-reaksi-hidrokarbon/).

Hidrokarbon dapat dibedakan menjadi 3, yaitu alkana, alkena dan alkuna. Pada percobaan dengan menggunakan Brom, suatu reaksi terjadi dipengaruhi oleh cahaya. Jika dalam suhu kamar dan tidak ada cahaya, maka suatu reaksi alkana berjalan dengan waktu yang sangat lama bahkan dapat tidak bereaksi. Sedangkan pada alkena Brom mudah bereaksi meskipun saat reaksi tidak terdapat cahaya (Tim Kimia Organik, 2020).

Hidrokarbon dapat dibagi menurut karbon yang terikat di dalamnya. Hidrokarbon dimana karbonnya terikat satu merupakan hidrokarbon yang jenuh dan jika hidrokarbon yang karbonnya terikat 2 atau lebih disebut hidrokarbon yang tidak jenuh. Dalam hidrokarbon terdapat hidrogen dan juga karbon. Pada hidrokarbon terdapat alkana dengan rumus CnH2n dan termasuk senyawa alifatik. Kemudian pada alkena ikatan karbonnya ada yang rangkap (Fessenden,1997).

Dalam kimia reaksi redoks merupakan reaksi yang sering terdengar. Reaksi redoks merupakan suatu reaksi yang mengalami reduksi dan oksidasi. Reaksi ini dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti perubahan senyawanya dengan ikatan rangkapnya. Pada dasarnya reaksi reduksi adalah reaksi yang terjadi  antara satu senyawa dengan oksigen yang menghasilkan reduction product. Sedangkan dari reaksi oksidasi menghasilkan produk bernama oxidation product. Produk tersebut dipengaruhi oleh substrat  juga kondisi saat reaksi berlangsung (Sumardjo, 2009).

Macam - macam karbon dilihat dari atomnya terdiri dari dua golongan, yaitu senyawa alifatik dan juga senyawa siklik. Senyawa siklik merupakan senyawa yang berbeda yang memiliki beberapa ciri khas, atom karbon dapat memungkinkan untuk bercabang dan rantai C nya tidak tertutup. Senyawa alifatik juga dibedakan menjadi 2 yaitu senyawa alifatik dimana atom C nya hanya berikatan tunggal dan alifatik jenuh. Pada senyawa alifatik yang berikatan tunggal dinamakan senyawa alkana. Sedangkan pada senyawa alifatik jenuh alkena dan alkuna. Jenuh yang dimaksudkan adalah dimana senyawa alifatik ini berikatan rangkap dua atau tiga (Wilbrahman,2012).

V.                Alat dan Bahan

5.1  Adapun alat yang digunakan adalah
1.      Tabung reaksi
2.      Lemari
3.      Gelas Kimia
4.      Pipet tetes
5.      Bunsen
6.      Lemari asam
7.      Gelas piala
                 5.2 Adapun bahan yang digunakan adalah
1.      Senyawa yang tidak dikenal
2.      Benzena
3.      Asam Nitrat pekat
4.      Bare didih
5.      Es
6.      Asam Sulfat pekat
7.      Alkana
8.      Sikloheksena
9.      Air
10.   Kalium Permanganat 0,5 %
11.   Potongan besi
12.  HCl
13.  Brom/CCl4

VI.             Prosedur Kerja
Digunakan ligroin yang mempunyai titik didih 90-100 °C, sebagai cuplikan untuk alkane, yakni suatu campuran isomer-isomer heptane, C7H5. Digunakan sikloheksena untuk alkena sebagai cuplikan, digunakan benzene sebagai senyawa aromatic. Semua pengujian dilakukan didalam tabung reaksi yang kering.

6.1  Brom dalam karbon tetraklorida
a.       Dimasukkan kedalam tabung reaksi yang berisi 1 ml alkana dan tambahkan 10-15 tetes brom/ccl. Setelah diguncangkan tempatkan tabung yang satu dalam tempat yang gelap (lemari) dan tabung yang lain disinari matahari atau lampu pijar selama beberapa menit. Bandingkan kedua tabung, tiup masing-masing mulut tabung untuk mengenal hydrogen bromida yang akan menimbulkan asap bila ada hydrogen bromide. Hydrogen bromide dapat pula diuji dengan cara memegang sehelai kertas lakmus yang lembap pada mulut masing-masing tabung reaksi.
b.      Dimasukkan kedalam tabung reaksi 1 ml sikloheksena dna tambahkan 10-15 tetes brom. Goncangkan tabung dan amati hasilnya. Uji bagi kemungkinan adanya pengeluaran hydrogen bromide.
c.       Dimasukkan ke dalam tabung reaksi 1 ml benzene dan tambahkan 1 ml brom dalam karbon tetraklorida, setelah digoncangkan amati hasilnya.

6.2  Brom
a.       Dimasukkan 1 ml benzene ke dalam tabung reaksi dan kemudian ditambahkan beberapa potongan besi dan kemudian 1 ml benzene gunakan benzene ini untuk menurunkan potongan besi yang menempel pada dinding tabung .
b.      Dimasukkan ke dalam masing-masing tabung tiga tetes brom ( dari suatu buret di dalam lemari asam).
c.       Tempatkan masing-masing tabung di dalam gelas piala yang berisi air panas (50°C selama 15 menit.
d.      Amati warna masing-masing tabung. Apakah ada atau tidak hydrogen bromide dibebaskan dan catat hasil-hasilnya.

6.3  Larutan Kalium Permanganat

a.       Dimasukkan ke dalam tabung reaksi 1 ml larutan kalium permanganate 0,5% dan tambahkan 5 tetes alkane ke tabung yang satu dan tambahkan 5 tetes sikloheksanan ke tabung yang lain.Goyangkan masing-masing tabung dengan baik selama 1-2 menit dan catat hasilnya.
b.      Dimasukkan ke dalam tabung reaksi ketiga 1 ml benzene dan tambahkan 2 ml larutan kalium permanganate, goncangkan dengan baik dan amati hasilnya.

6.4  Asam Sulfat Pekat.

a.       Dimasukkan 2 ml asam sulfat pekat ke dalam tabung reaksi ke dalam tabung reaksi ditambahkan 10 tetes alkane, dan tabung yang lain 10 tetes sikloheksana.
b.      Goncangkan masing-masing tabung dengan baik catat hasil-hasilnya.(awas hindarkan agar usam tidak mengenal kulit atau baju).
c.       Buang isi masing-masing tabung ke dalam satu gelas kimia yang berisi air sedikitnya 50 ml.

6.5  Asam Nitrat

a.       Dimasukkan dan dicampurkan 0,5 ml benzene dan 4 ml asam nitrat pekat ke dalam tabung reaksi dan tambahkan satu butir batu didih dan di didihkan campuran perlahan-lahan selama dua menit atau sampai menghasilkan suatu kelarutan yang homogeny.
b.      Perhatikan betul agar pendidihan berlangsung perlahan-lahan, jika tidak demikian benzene akan mendidih ke luar mulut tabung dan terbakar. Dan dimasukkan larutan ke dalam gelas piala berisi 5-10 gram es. Catatlah bau dan cairan yang memisah dan bandingkan dengan bau daripada nitrobenzene yang terdapat di lemari
6.6. Bahan tak dikenal
a. Minta kepada asisten senyawa yang tidak dikenal dan tentukanlah apakah senyawa tersebut senyawa tak jenuh,jenuh atau aromatic.  

VII.  Pertanyaan Pra Praktek

1. Mengapa pada percobaan tersebut digunakan mineral wool bukan cotton wool?
2.  Mengapa pada percobaan tersebut batu didihnya diletakkan di tengah - tengah tabung reaksi dan tidak mengenai dasar tabung reaksi?
3. Mengapa pada saat pemanasan, gas dialirkan menuju tabung reaksi menggunakan mangkuk yang berisi air?

Comments

  1. Hallo Marta, saya Cici Indah Septiana (A1C118069) akan mencoba mnejawab pertanyaan nomor 1. Menurut saya mineral wool lebih cocok karena mineral wool bisa menjaga suhu dengan baik dan bisa digunakan untuk suhu yang sangat tinggi. Terima kasih

    ReplyDelete
  2. Hy, saya siti asmiyah 094 no. 3 karena pemanasan percobaan akan lebih baik dilaksanakan dengan gas dialirkan dengan menggunakan mangkuk berisi air. Sekian semoga membantu

    ReplyDelete
  3. selamat malam perkenalkan saya DARA KUMALASARI dengan NIM : A1C118038 akan mencoba menjawab no 2 karena divideo sudah dijelaskan batu didih diletakkan ditengah supaya reaksi memiliki struktur terbuka , memiliki permukaan terbuka yang luas untuk reaksi berlangsung.jika di letakkan di dasar tabung ruang untuk terjadinya reaksi sedikit. sekian dan terimaksih

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog