Laporan Praktikum Kimia Organik 1 Reaksi- Reaksi Hidrokarbon
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I
(Reaksi- Reaksi Hidrokarbon)
DISUSUN OLEH:
MARTA FEBRYZA
MANALU RAMBE
A1C118037
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
VIII.
Adapun prosedur percobaan dapat dilihat pada link dibawah ini :
IX.
Data Pengamatan
1. Brom
dalam Karbon Tetraklorida
Perlakuan
|
Pengamatan
|
1
ml alkana + 15 ml Brom diguncang dan ditempatkan tabung pada tempat gelap
|
Warna
larutan kuning dan tidak mengalami perubahan
|
1
ml alkana + 15 ml Brom diguncang dan diletakkan di tempat terang
|
Warna
larutan menjadi lebih gelap juga timbul asap
|
1
ml eter + 15 ml Brom diguncang
|
Terbentuk
L1, bagian bawah (eter) dan L2, bagian atas (Brom) dan juga terbentuk asap
|
1ml benzene + I ml brom diguncang
|
Warna
larutan keruh dan menimbulkan asap
|
2.
Brom
Brom
Perlakuan
|
Pengamatan
|
Tabung
1 = 1 ml benzene + 3 tetes brom , dipanaskan dalam gelas kimia yang berisi
air panas 50
|
Timbul
uap dan tidak tersisa larutan
|
Tabung
2 = paku+ 1 ml benzene + 3 tetes brom,
dipanaskan dalam gelas kimia yang berisi air panas 50
|
Timbul
uap dan warna larutan menjadi ungu kemerahan
|
3.
Larutan Kalium Permanganat
Larutan Kalium Permanganat
Perlakuan
|
Pengamatan
|
Tabung
1 = 1 ml + kalium permanganate + 5 tetes n- heksana, diguncang
|
Warna
larutan ungu
|
Tabung
2 = 1 ml kalium permangnat + 5 tetes eter , diguncang
|
Warna
larutan ungu kemerahan
|
Tabung
3 = 1 ml benzene + 2 ml kalium permanganate
|
Terbentuk
2 lapisan berwarna ungu
|
4.
Asam Sulfat Pekat
Asam Sulfat Pekat
Perlakuan
|
Pengamatan
|
Tabung
1 = 2 ml asam sulfat pekat + 10 tetes eter, diguncang
|
Warna
larutan jingga dan panas
|
Tabung
2 = 2 ml asam sulfat + 10 tetes n-heptana, diguncang
|
Larutan
tidak saling melarutkan dan terbentuk 2 lapisan . Lapisan atas berwarna
bening dan lapisan bawah keruh
|
5.
Asam Nitrat
Asam Nitrat
Perlakuan
|
Pengamatan
|
Tabung
1 = 0,5 ml benzene + 4 ml asam nitrat + batu didih, dididihkan selama 2 menit
atau hingga larutan homogen. Dituangkan larutan ke dalam gelas kimia berisi
es
|
Campuran
larutan tersebut menimbulkan asap dan gelembung.
Saat
dididihkan campuran berwarna bening.
Saat
dituang ke dalam es larutan berwarna keruh dan berasap
|
Tabung
2= 4 ml asam nitrat + eter + batu didih, dididihkan dan dituang ke dalam
gelas kimia berisi es
|
Campuran
timbul gelembung.
Saat
didihkan larutan berasap dan berwarna orange, berbau menyengat. Saat larutan
dituang ke dalam es, larutan menjadi warna bening dan berbau seperti bayclin
|
6.
Bahan tak dikenal
Bahan tak dikenal
Perlakuan
|
Pengamatan
|
Tabung 1= sampel + asam sulfat
|
Terbentuk lartan berwarna coklat kehitaman dengan suhu yang panas dan larutan mengental.
|
Tabung 2 = sampel + asam nitrat
|
Terbentuk larutan berwarna coklat.
|
Tabung 3 = sampel + air
|
Terbentuk 2 lapisan. Pada lapisan atas
seperti butir- butir air dan lapisan bawah berwarna bening.
|
Tabung 4 = sampel +HBr
|
Terbentuk larutan yang dibagian atasnya terdapat busa, dan saat didiamkan terbentuk 2 lapisan yang lapisan atasnya berwarna kuning sedangkan lapisan bawahnya seperti endapan berwarna putih.
|
Tabung 5 = sampel + KMnO4
|
Terdapat endapan coklat
|
X.
Pembahasan
Pada
umumnya hidrokarbon merupakan senyawa yang tersusun atas hydrogen dan karbon
yang biasa kita dengar sebagai alkane, alkena dan alkuna.Hidrokarbon yang
sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah bahan bakar. Reaksi
substitusi merupakan reaksi saaat dimana senyawa hidrokarbon dengan sinar UV
denagn temperature sekitar 450°C berubah menjadi suatu alkil halida(http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/01/21/reaksi-reaksi-hidrokarbon/).
a.
Brom dalam tetraklorida
Pada
percobaan ini digunakan 1 ml alkana yang ditambahkan 10 - 15 ml brom yang
diletakkan di tempat gelap dan di tempat tentang. Jadi dilakukan dua perlakuan.
Hasil yang didapat pada campuran yang dilakukan di tempat gelap ditiup untuk
mengetahui adanya asap yang terbentuk. Dan setelah ditiup didapatkan hasil
yaitu pada campuran tersebut tidak terjadi perubahan atau campuran tidak
mengalami reaksi karena campuran tersebut tetap berwarna kuning jernih. Dan
pada campuran yang diletakkan di tempat terang dilakukan juga peniupan pada
tabung yang berisi campuran tersebut. Dan campuran tersebut mengalami reaksi
yang menghasilkan larutan berubah menjadi agak gelap dan menimbulkan asap. Ini
menunjukkan terbentuknya hidrogen bromida.
Kemudian pada campuran 1 ml eter dengan 15 ml brom kemudian diguncang agar campuran bercampur dan didapatkan hasil terbentuknya 2 lapisan, yaitu L1 dan L2. Dimana lapisan bawah tersebut merupakan eter dan lapisan atas merupakan brom serta timbul asap. Terbentuknya dua lapisan tersebut dikarenakan adanya perbedaan molekul kedua larutan.
Kemudian
pada tabung reaksi yang lain dibuat juga campuran 1 ml benzene dengan 1 ml brom didapatkan
hasil perubahan warna larutan menjadi berwarna keruh serta menimbulkan asap.
Dari percobaan ini dapat kita ketahui bahwa cahaya juga mempengaruhi kecepatan
campuran dalam bereaksi
b. Brom
Pada percobaan ini dilakukan perlakuan pada tabung 1 dicampurkan 1 ml Benzena dengan 3 tetes Brom yang kemudian dipanaskan dalam gelas kimia yang berisi air panas 50 °C selama 15 menit. Dan didapatkan timbulnya uap dan juga larutan tidak bersisa. Adanya uap menunjukkan adanya hidrogen bromida dalam campuran tersebut.
Kemudian pada percobaan selanjutnya dimasukkan paku yang ditambahkan 1 ml benzena dan 3 tetes Brom lalu dipanaskan dalam gelas kimia yang berisi air panas 50° C selama 15 menit. Dan pada campuran tersebut dihasilkan uap dan warna larutan yang berwarna ungu kemerahan.
c. Larutan Kalium Permanganat
Pada percobaan kalium permanganate yang merupakan oksidator kuat ini digunakan n-heksana sebagai alkane dalam tabung reaksi 1 yang akan dicampur dengan 1 ml KMnO4. Setelah dibuat campuran tersebut maka tabung reaksi digoyangkan agar bahan tersebut bercampur. Pada perlakuan ini didapatkan hasil warna larutan berwarna ungu yang merupakan warna dari KMnO4 itu sendiri.
Pada tabung reaksi 2 dicampurkan 1 ml KMnO4 dengan 15 tetes eter dan diguncang. Dari perlakuan ini didapatkan hasil yaitu warna larutan berubah menjadi warna ungu kemerahan yang merupakan warna dari KMnO4 dengan eter.
Sedangkan pada tabung 3 dicampurkan 1 ml benzene dengan 2 ml KMnO4. Dan menghasilkan reaksi yang membentuk 2 lapisan larutan yang berwarna ungu. Terbentuknya 2 lapisan ini disebabkan oleh perbedaan molekul benzene dengan KMnO4.
Senyawa organic merupakan senyawa yang mudah dioksidasi oleh KMnO4.Oleh karena itu KMnO4 sering digunakan untuk mengoksidasi senyawa tersebut. Akan tetapi bila kalium permanganate mengoksidasi senyawa maka warna ungu pada kalium permanganate tersebut akan hilang. Jadi pada perlakuan ini tidak terjadi oksidasi.
d. Asam Sulfat Pekat
Pada percobaan asam sulfat dicampurkan 2 ml H2SO4 dengan 10 tetes eter kemudian diguncang. Dan yang menghasilkan larutan menjadi warna jingga dan terasa panas jika dipegang. Pada tabung 2 dicampurkan 2 ml H2SO4 dengan 10 tetes n- heptane lalu diguncang. Dan terlihat adanya 2 lapisan pada larutan dimana larutan tidak bercampur. Pada lapisan atas larutan berwarna bening sedangkan lapisan bawah berwarna keruh.
e. Asam Nitrat
Percobaan ini dilakukan dengan mencampurkan 0,5 ml benzene dengan 4 ml asam nitrat yang kemudian ditambahkan batu didih yang berfungsi untuk mempercepat batu didih. Saat pencampuran larutan tersebut terlihat adanya asap serta gelembung. Gunanya batu didih disini untuk mencegah apabila terjadi gejolak yang besar dari gelembung yang terbentuk. Kemudian dipanaskan hingga larutan bersifat homogen, ketika perlakuan ini dapat dilihat warna larutan menjadi bening. Kemudian dituangkan pada gelas piala yang berisi batu es dan larutan menjadi berwarna keruh juga berasap.
Tabung kedua diisi dengan campuran asam nitrat dan eter serta batu didih. Dimana pada pencampuran ini muncul gelembung pada larutan.Kemudian dididihkan campuran tersebut dan campuran menjadi berwarna oranye dan berasap, kemudian jika dihirup aromanya berbau menyengat seperti bayclin. Dan saat campuran dituangkan ke dalam es warnanya mengalami perubahan menjadi berwarna bening dan baunya tetap menyengat. Pada percobaan ini dapat dikatakan senyawa hidrokarbon juga dapat diidentifikasi dengan baunya.
f. Bahan tak dikenal
Saat
percobaan ini pertama sampel direaksikan dengan asam sulfat dan terbentuk larutan berwarna coklat kehitaman. Saat direaksikan dengan asam nitrat yang juga membentuk warna larutan coklat. Saat sampel dicampur dengan air campuran
ini juga membentuk 2 lapisan dimana lapisan atas seperti butiran air dan
lapisan bawah berwarna bening. Lalu sampel direaksikan dengan HBr maka
larutan menjadi berbusa dibagian atas dan membentuk 2 lapisan dimana lapisan atas berwarna kuning dan lapisan bawah mengendap dan berwarna putih. Kemudian saat sampel
direaksikan dengan KMnO4 terbentuk endapan berwarna coklat. Jadi dapat disimpulkan bahwa sampel
tersebut adalah minyak jelantah. Mengapa minyak jelantah karena
pada saat direaksikan dengan air terbentuk 2 lapisan dan lapisan atasnya
seperti minyak yang tercampur air.
XI. Manfaat
Adapun manfaat dari praktikum ini adalah:
Praktikan
dapat memahami sifat kimia hidrokarbon, jenis reaksi untuk mengetahui perbedaan
golongan hidrokarbon serta mengetahui teknik pungujian hidrokarbon.
XII. Kesimpulan
Adapun
kesimpulan yang dapat diambil adalah:
1. Sifat
kimia hidrokarbon alifatik jenuh mempunyai ikatan tunggal terhadap C. Pada
senyawa alifatik tak jenuh memiliki ikatan C rangkap. Sedangkan pada aromatic
atom C membentuk lingkar 6 atom.
2. Pada
alkane dengan asam sulfat sedangkan yang lainnya tidak.
3. Cara
dan teknik yang dilakukan untuk menguji senyawa hidrokarbon tersebut
menggunakan uji bromin, uji klorinasi, uji kalium permanganate, uji asam
sulfat, dan uji asam nitrat.
XII.
Pertanyaan Pasca Praktikum
1. Mengapa
pada percobaan brom pada karbon tetraklorida cahaya mempengaruhi reaksi?
2. Mengapa
pada saat percobaan asam nitratdengan eter warna saat dididihkan berwarna
oranye sedangkan saat dituangkan kedalam batu es menjadi tidak berwarna atau bening?
3. Apa
yang menyebabkan pada percobaan brom dengan benzena larutan menjadi habis tidak
bersisa?
XIII. Daftar Pustaka
Fessenden.
1997. Dasar-Dasar Kimia Organik. Jakarta: Bina Aksara
Sumardjo.
2009. Pengantar Kimia. Jakarta: EGC
Syamsurizal. 2019. Reaksi- Reaksi Hidrokarbon(http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/01/21/reaksi-reaksi-hidrokarbon/ )diakses pada 28 Februari 2020.
Syamsurizal. 2019. Reaksi- Reaksi Hidrokarbon(http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/01/21/reaksi-reaksi-hidrokarbon/ )diakses pada 28 Februari 2020.
Tim
Kimia Organik. 2020. Penuntun Praktikum Kimia Organik. Jambi :
Universitas Jambi.
Willbraham.
2012. Pengantar Kimia Organik dan Hayati.
Bandung: ITB
Yoshito. 2010. Kimia Organik Jilid 1. Bandung: JICA
XIV Lampiran
Link video :
Lampiran Gambar
Yoshito. 2010. Kimia Organik Jilid 1. Bandung: JICA
XIV Lampiran
Link video :
Lampiran Gambar
![]() |
| Pengambilan Brom menggunakan pipet tetes |
![]() |
| Pengocokan larutan agar tercampur |






Saya Fitrianty (A1C118032) akan menjawab pertanyaan nomor 3,yang menyebabkan pada percobaan brom dengan benzene larutan habis tak bersisa karena adanya reaksi adisi halogen pada benzene, sehingga salah satu rangkap pada benzene terputus akibat adanya penambahan halogen. Jika dibandingkan dengan hasil pengamatan benzen+ brom+ paku tidak terjadi reaksi.
ReplyDeleteSekian, terimakasih
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteNama Saya Sri Oktika Dhijah Gultom (A1C118085) akan menjawab pertanyaan nomor 1. Pada percobaan brom pada karbon tetraklorida baik tempat gelap dan terang cahaya mempengaruhi reaksi. Sebab terjadi reaksi halogenasi dan pada tempat yang gelap reaksi cenderung terjadi sangat lambat, dan bila diletakkan ditempat yang terang reaksi yang timbul akan terjadi sangat cepat dan diperoleh molekul yang baru.
ReplyDeleteSelamat malam
ReplyDeleteSaya Sari Bulan (A1C118065) akan membantu menjawab pertanyaan nomor 2, karena saat dimasukkan kedalam batu es, batu es yang terbuat dari air tersebut menyerap warna dari larutan itu sehingga warna larutan menjadi bening kembali atau dikarenakan es batu yg mencair, sehingga air es tersebut tercampur pada larutan itu lalu air dari se batu yang mendominan gelas piala membuat larutan yang awalnya kuning menjadi bening