Laporan Praktikum Kimia Organik 1 Percobaan Pemurnian Zat Padat.

LAPORAN PRAKTIKUM  KIMIA ORGANIK I
(Pemurnian Zat Padat)
DISUSUN OLEH:
MARTA FEBRYZA MANALU RAMBE
A1C118037
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
VIII. Prosedur kerja
Adapun prosedur percobaan dapat dilihat pada link berikut : https://martafebryza.blogspot.com/2020/02/v-behaviorurldefaultvmlo_21.html
IX. Data Pengamatan
9.1 Rekristalisasi

Perlakuan
Pengamatan
50 ml air dipanaskan
Terdapat gelembung
0, 5 gram asam benzoate + pengotor, diaduk + air panas
Pada air tersebut terdapat gumpalan putih yang merupakan asam benzoate. Saat semua campuran larut, larutan menjadi berwarna hitam
Campuran disaring dengan corong Buchner saat keadaan panas dan kemudian endapan disiram mengunakan air panas
Hasil saringan berupa air jernih dan terdapat kilatan
Endapan tersebut dijenuhkan dan didinginkan
Dihasilkan Kristal-kristal kecil
Disaring Kristal dengan corong Buchner dan dikeringkan
Terbentuk Kristal yang berbentuk padatan
Titik leleh endapan tersebut diuji dan bentuk kristalnya, kemudian dibandingkan dengan data handbook
Titik leleh yang didapat adalah 103°C. Sedangkan dalam handbook adalah 1122,3 °C

9.2 Sublimasi
Perlakuan
Pengamatan
1-2 gram naftalen + zat pengotor dimasukkan dalam cawan penguap. Kemudian disumbat corong dan dipanaskan dengan api kecil
Dihasilkan uap naftalen pada corong tersebut
Saat zat sudah habis dihentikan pembakaran. Kemudian diuji titik lelehnya dan dicocokkan dengan data handbook
Titik leleh yang didapat adalah 92°C

X. Pembahasan 

Pada umumnya hidrokarbon tersusun oleh atom hydrogen dan karbon. Pada ikatan tunggal dinamakan alkena. Sedangkan pada rantai lebih dari satu dinamakan alkena dan alkuna. Dalam kehidupan kita telah mengenal berbagai macam reaksi hidrokarbon, seperti bahan bakar yang kita gunakan dan kita dapat mengetahui apa yang menyebabkan terjadinya pembakaran tidak sempurna. Reaksi hidrokarbon juga dapat menggunakan katalis agar reaksi yang terjadi dapat dipercepat. Katalis yang biasanya digunakan adalah aluminium klorida. Aluminium klorida dapat mengubah ikatan rantai hidrokarbon menjadi bercabang, dimana proses ini dinamakan isomerisasi(http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/07/pemurnian-zat-padat-organik93/).
10. Rekristalisasi
Pada percobaan kali ini yaitu proses rekristalisasi digunakan bahan yaitu asam benzoat dimana cara rekristalisasi tersebut merupakan suatu cara dalam proses kimia untuk memurnikan suatu zat padat dengan mencampurkan  pada pelarut tertentu, serta memperhatikan titik didihnya. Kemudian disaring pada situasi zat tersebut panas hingga senyawa padat yang dipisahkan tercampur pada pelarut. Sebelum melaksanakan percobaan, praktikan harus memperhatikan pelarut yang akan digunakan,yaitu pelarut air. Karena benzoat memiliki kelarutan yang sangat kecil dalam pelarut, hingga didapat suhu yang relatif rendah. Sampel atau asam benzoat dicampurkan dengan zat pengotornya terlebih dahulu. Karena asam benzoat yang digunakan bukan dalam situasi yang murni. Zat pengotor yang digunakan adalah glukosa dikarenakan air mampu melarutkan glukosa pada suhu yang tinggi.
Jika ditambahkan air panas, asam benzoat juga glukosa akan larut hingga membentuk warna hitam. Larutan tersebut menjadi warna hitam dikarenakan adanya adisi norit yang digunakan sebagai katalis laju pemurniannya. Hal ini yang menyebabkan larutan berwarna hitam sebab norit tidak larut semua. Kemudian disaring hingga didapat filtrat yang berwarna bening. Larutan dikatakan kristal jika asam benzoat larut pada temperatur yang tinggi. Jika temperaturenya turun, maka kelarutannya turun. Itulah sebabnya pada percobaan ini muncul prinsip kelarutan suatu zat dipengaruhi oleh suhu pelarut.Terbentuknya kristal pada dinding gelas dapat dilakukan dengan jalan pendinginan, yaitu dengan meletakkan air dingin hingga memperoleh kristal yang lebih banyak lagi. Lalu kristal disaring dan dikeringkan memakai corong buchner. dan ditentukan titik lelehnya menggunakan alat MPA agar akurat. Didapatlah titik leleh asam benzoat... Sedangkan dari literatur titik leleh asam benzoat 119-121 C. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil dari proses rekristalisasi, serta penentuan titik leleh, yaitu teknik praktikan, pengkalibrasian termometer, praktikan yang teliti dan lain sebagainya. Semakin murni zat yang didapat, semakin minim titik leleh yang diperoleh. Penyebabnya ketika saat penyaringan dan pengeringan yang kurang teliti yang menyebabkan kristal tersebut masih terdapat air. Kemurnian ini sangat dibutuhkan terutama pemisahan terhadap pengotornya.
10.2 Sublimasi
Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu kapur barus + pasir sebagai pengotor. Metode sublimasi ialah metode untuk memurnikan suatu zat padat dengan cara penguapan tanpa peleburan. Pada metode ini terjadi pemodifikasian antara zat padat menjadi uap. Pada metode sublimasi terdapat beberapa syarat, diantaranya zat padat dan pelarutnya memiliki titik didih yang tidak serupa. Percobaan kali ini kapur barus yang telah dicampurkan dengan zat pengotornya ditempatkan pada cawan penguap yang dilengkapi dengan kertas saring dimana kertas saring tersebut telah dilubangi dan corong yang akan digunakan disumbat dengan gelas woll dan diposisikan dengan keadaan terbalik diatas penutup cawan (kertas saring). Penguapan dapat terjadi akibat pemanasan terjadi dalam suhu yang rendah hingga terjadi proses penyubliman pada suhu kamar. Proses sublimasi berhasil jika terdapat kristal dibagian dinding corong ,sedangkan zat pengotor tetap berada di cawan penguap. Lalu kristal tersebut dipisahkan dan dimasukkan ke dalam pipa kapiler. Selanjutnya diuji pula titik leleh kristal tersebut menggunakan MPA.  Dimana kristal meleleh pada temperature 84 C. Pada proses ini menggunakan proses sublimasi. Diperoleh kristal dari kapur barus yang mengandung naftalen dengan cara penguapan. Metoda sublimasi terjadi akibat perubahan suatu zat padat menjadi gas dengan tidak melewati fasa cair.
XI. Pertanyaan Pasca Praktek
  1. Mengapa pada percobaan kristalisasi penyaringan campuran dilakukan saat keadaan campuran panas?
  2. Mengapa pada penambahan air panas harus dilakukan secara perlahan?
  3. Mengapa jika tidak terbentuk Kristal dari larutan tersebut maka larutan didinginkan menggunakan es?

XII. Manfaat
Adapun manfaat yang didapat adalah menambah ilmu pengetahuan praktikan dalam memahami tentang pemurnian zat padat dan dapat melakukan pemurnian pada suatu zat padat.

XIII. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang didapat dari praktikum ini adalah :
  1. Kristalisasi merupakan proses pada reaksi kimia untuk memurnikan suatu zat padat dari pengotornya.
  2. Pada proses rekristalisasi, pelarut yang digunakan harus dapat melarutkan senyawa yang digunakan.
  3. Pada percobaan ini untuk menghilangkan dan menjernihkan larutan digunakan karbon aktif (norit).
  4. Pemurnian zat padat pada proses rekristalisasi dapat dilakukan dengan pemanasan
XIV. Daftar Pustaka


Anita Pinalla. 2011. Penentuan Metode Rekristalisasi yang tepat untuk Meningkatkan Kemurnian Kristal Amonium Perklorat (AP). Jurnal Sains dan Teknologi Dirgantar Vol. 6 (2).
Rositawati. 2013. Kimia Fisika Untuk Paramedis. Yogyakarta: UNY
Sastrohamidjojo. 2005. Kimia Dasar. Yogayakarta: UGM pres.
Svehla. 2012. Kimia Organik I. Jakarta: Erlangga
XV. Lampiran
pemanasan air suling

hasil campuran yang akan disaring

asam benzoat

pemanasan air suling yang menghasilkan gelembung

gelas kimia dan pengaduk sebagai alat praktikum

kertas saring sebagai bahan yang digunakan

Comments

  1. Saya Fitrianty (A1C118032) akan menjawab nomor 1, dimana percobaan kristalisasi pada saat penyaringan campuran dilakukan saat keadaan campuran panas karena pada saat inilah asam benzoat dan pengotornya larut semua. Pada saat ini juga kita lebih mudah menyaring zat yang akan kita uji.
    Sekian, terimakasih

    ReplyDelete
  2. Selamat malam, saya Diana Sari (A1C118096) akan mencoba menjawab pertanyaan no 2. Air panas harus ditambahkan sedikit demi sedikit, hal ini dikarenakan agar jumlah pelarut tidak berlebihan dan agar asam benzoat tetap terkandung pada filtrat. Terimakasi, semoga membantu..

    ReplyDelete
  3. Assalamualaikum, saya Siti Asmiyah nim A1C118094 alasan mengapa didinginkan dengan es batu agar zat lebih dapat mengkristal. Sekian semoga dapat membantu

    ReplyDelete
  4. assalamu'alaikum Wr.Wb. perkenalkan saya DARA KUMALASARI dengan NIM : A1C118038 akan mencoba menjawab no 3 . didinginkan menggunakan es batu karen es batu bisa mempercepat laju reaksi terjadinya proses pengkristalan, suhu yang terjadi ketika di berikan es batu tersebut bisa membuat proses pengkristalan dari sampel lebih cepat karena saat suhu rendah suatu zat/bahan cenderung lebih mudah membentuk kristal. sekian dan terimaksih

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog