Jurnal Praktikum Kimia Organik I Pembuatan Sikloheksanon
JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I
Pembuatan Sikloheksanon

DISUSUN OLEH
MARTA FEBRYZA MANALU RAMBE
A1C118037

DOSEN PENGAMPU
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN 

UNIVERSITAS JAMBI

2020

Percobaan 7
I.                   Judul                     : Pembuatan Sikloheksanon
II.                Hari, tanggal         : Rabu, 22 April 2020
III.             Tujuan                   :

Adapun tujuan dari praktikum ini adalah :
1.      Dapat memahami dan terampil dalam melakukan oksidasi alcohol sekunder alisiklik
2.      Dapat memahami dan terampil dalam memahami bahwa tidak hanya alcohol sekunder alifatis biasa saja yang dapat dioksidasi tetapi juga alcohol sekunder alifatik.
IV.             Landasan Teori
Suatu alcohol sekunder alisiklik dapat mengalami oksidasi menggunakan oksidator kalium dikromat dalam keadaan asam menjadi keton alisiklik dalam pembuatan sikloheksanon.
C6H11-OH                                                     C6H11= O + H2O
Sikloheksanol                                            Sikloheksanon
Suatu atom C dalam sikloheksanol, memiliki tingkat oksidasi nol. Akan tetapi apabila  dalam sikloheksanon atom C tersebut memiliki tingkat oksidasi +2. Pembentukan sikloheksanon memiliki beberapa tahap. Tahapan ini memiliki sudut pandang yang berbeda. Sebagian orang mengatakan bahwa tahapannya pertama-tama dimulai dari tahap oksidasi (Tim Kimia Organik 1).

Senyawa keton memiliki beberapa sifat yaitu baunya segar, tidak bisa dioksidasi, dapat bereaksi dengan halogen,dapat dilakukan adisi, pada suku rendah kelarutannya tinggi dalam air, pada suku tengah kelarutannya rendah cenderung tidak bisa, pada suku tinggi berupa padatan (Krisbiyantoro,2008)

Sifat - sifat alcohol yaitu pada reaksinya dengan asam alkanoat menghasilkan suatu ester.alkohol juga bersifat sebagai basa lewis. Pada alcohol suku rendah, kelarutan terhadap air tinggi. Alcohol yang memiliki massa molekul relative tinggi memiliki titik didih dan titik leleh yang tinggi juga. Pada reaksinya dengan Natrium akan membentuk Natrium Alkanoat yang berfungsi untuk membedakan alkanal dengan alkoksi alkana (Krisbiyantoro,2008).

Alcohol merupakan suatu senyawa yag mengandung gugus –OH. Pada gugus –OH terjadi ikatan kovalen, dimana ikatan kovalen ini terjadi dengan atom karbon pada molekul alcohol. Dalam molekul tersebut tidak berorientasi dalam air yang menghasilkan ion OH-. Jenis alcohol bermacam- macam. Methanol atau yang biasa disebut metil alkohol merupakan jenis alcohol yang paling sederhana dengan rumus CH3OH. Setelah methanol alcohol yang paling sederhana lainnya adalah etanol atau etil alcohol yang mengandung dua atom karbon dengan rumus CH3CH2OH. (Goldberg,2004).

Menurut Fessenden (1986) pada senyawa organic ketentuan untuk menentukan suatu senyawa mengalami oksidasi atau reduksi adalah sebagai berikut : apabila suatu atom atau molekul tersebut oksigennya bertambah atau hydrogennya berkurang maka senyawa tersebut mengalami oksidasi. Dan apabila suatu atom atau molekul tersebut oksigennya berkurang atau hidrogennya bertambah maka senyawa tersebut mengalami reduksi.

V.                Alat dan Bahan

5.1  Alat
1.      Gelas kimia 200 ml
2.      Erlenmeyer 250 ml
3.      Labu bundar 250 dan 500 ml
4.      Alat destilasi
5.      Corong
6.      Penangas udara

5.2  Bahan
1.      Kalium Dikromat 20,5 gram
2.      Asam sulfat pekat 18 gram (10 ml)
3.      Sikloheksanol 10 gram (10,5 ml)
4.      Petroleum eter 12 ml
5.      Magnesium sulfat anhidrat
VI.             Prosedur Kerja
a.       Dilarutkan 20,5 gram kalium dikromat dengan 100 ml air dalam gelas kimia 200 ml.
b.      Ditambahkan dengan hati-hati 18 gram (10 ml) asam sulfat pekat, lalu didinginkan campuran sampai 30°C.
c.       Dimasukkan 10 gram (10,5 ml) sikloheksanol p.a dalam erelenmeyer atau labu bundar 250 ml dan ke dalam labu ini tambahkan larutan dikromat sedikit demi sedikit.
d.      Digoncang labu sampai campuran reaksi bisa tercampur dengan baik dan amati suhu campuran.
e.       Didinginkan bagian luar labu dalam air dingin atau dibawah pancuran air kran apabila campuran sudah menjadi panas.
f.       Diatur pendinginan supaya suhu tidak melebihi 60°C.
g.      Didinginkan di udara selama kira-kira setengah jam, sekali-kali digoncangkan.
h.      Dipindahkan campuran reaksi ke dalam labu bundar 500 ml.
i.        Ditambahkan 100 ml air, kemudian dipasang pendingin untuk destilasi.
j.        Didestilasi campuran sampai diperoleh kira-kira 65 ml destilat yang terdiri dari dua lapisan, lapisan air dan lapisan sikloheksanol (organic)
k.      Dijenuhkan campuran reaksi dengan garam NaCl (bersih) kira-kira diperlukan 13 gram kemudian dipisahkan lapisan sikloheksanon (atas).
l.        Diekstraksi lapisan air dengan 3 gram natrium atau magnesium sulfat anhidrat.
m.    Disaring larutan kering ini ke dalam destilasi kecil, keluarkan pelarutnya dengan cara destilasi diatas penangas air (tanpa api).
n.      Didestilasi residu sikloheksanon diatas penangas udara atau diatas kasa berasbes.
o.      Dikumpulkan fraksi didih 154-156 °C.
p.      Ditentukan indeks biasnya. Hasil percobaan sekitar 6,3 gram.
q.      Dihitung rendemen praktis dan rendemen teoritis dari data yang didapat.
Pertanyaan Pra Praktek
1.      Apa fungsi digunakannya oxalic acid dihydrat dalam percobaan ini?
2. Reaksi apa yang terjadi dalam percobaan sehingga menghasilkan warna Biru tua pekat?
3.      Mengapa pendinginan campuran dilakukan agar suhu tidak melebihi 65 °C?

Comments

  1. Saya LISNA WIRANTI dengan nim 001 akan menjawab permasalahan nomor 3. Jadi suhu harus di atur antara 50-65 derajat celcius karena itu merupakan suhu tepat terbentuknya sikloheksanon. Jika dibawah 50 derajat maka sikloheksanon belum terbentuk sementara ketika melebihi 65 derajat maka kemungkinan yang terbentuk adalah senyawa lain bukan sikloheksanon. Terimakasih

    ReplyDelete
  2. Selamat Malam
    Saya Rismayanti Nim A1C118007
    Saya akan menjawab pertanyaan no 1

    Jadi percobaan ini dilakukan dalam keadaan asam, digunakan katalis asam, karena katalis asam ini menyebabkan terjadinya pelepasan molekul air akibat adanya pemutusan gugus hidroksil pada alkohol, katalis ini juga berfungsi sebagai oksidator kuat sehingga dapat menyebabkan terjadinya oksidasi senyawa alkohol.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  3. baik Saya Ulul Azmi NIM A1C118068 akan menjawab nomor 2 dimana reaksi yg terjadi dalam percobaan sehingga menghasilkan warna biru tuq yaitu reaksi oksidasi dimana campuran tersebut trus berputar agar menjadi homogen dan destilasi tersebut memisahkan larutannya menjadi product yg murni.ketika proses pencampuran selesai pada saat distilasi dan didapatkan warna biru gelap yang mana warna tersebut menunjukkan bahwa harus dilakukan penentralisir kelebihan dikromat yang terkandung didalam campuran larutan tersebut dengan asam oksalat.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog